|
Yang namanya pindah lokasi itu artinya ya, boyongan. Persis kucing pindah kandang. Semua tenda dibongkar. Seluruh barang dikemas ulang. Kalau dipikir-pikir, pegel juga lo. Tapi ya namanya perjuangan, para anggota Tim hepi-hepi saja mengerjakan semua aktivitas itu. Pagi-pagi sambil antre mandi (kalau ada air), para anggota memanfaatkan waktu untuk pengamatan di daerah sekitar camp. Nggak peduli belum sikat gigi, nggak peduli badan masih bau selimut, dan mata masih belekan.Pokoknya, begitu bangun, setiap orang langsung menyambar binokuler. Takut burungnya sudah pada kabur dan mereka kehilangan momen bagus. Siang hari, ketika matahari ada di atas ubun-ubun, pengamatan tetap berjalan terus. Anggota Tim nggak takut panas atau kulit jadi hitam. Maklum, kulit mereka memang sudah hitam. Jadi nggak mungkin tambah hitam. Kalau jadi ungu sih, mungkin ya ....Kalau sudah nggak tahan panas, paling mereka pakai jaket atau nyari pohon kecil, sekadar berteduh dari sengatan matahari. Celakanya, yang namanya pohon itu ternyata sesuatu yang langka di sana. Walhasil, tetep aja kena panas. Bagi sebagian anggota, sore hari adalah saat yang menyenangkan, apalagi jika bisa bertemu air. Mereka bisa sekadar berendam untuk menurunkan suhu tubuh yang terpanggang seharian. Sore hari adalah momen yang paling ditunggu anggota Tim. Mereka berubah kayak anak kecil. Untung, tempat mandinya tak terlalu dalam. Paling cuma setinggi perut. Untung juga nggak ada buaya. Kalau tidak, hiiii.... Malam hari suhu udara turun drastis. Rapet-rapet di dalam pondok atau tenda sambil menyiapkan makan malam atau sekadar "curhat" adalah aktivitas favorit tim ekspedisi.Macam-macamlah yang jadi bahan obrolan. Dari yang serius sampai yang nggak mutu. Yang penting bisa mengisi waktu dan mengusir kebosanan. Sebelum berangkat tidur, pengamatan malam hari juga dilakukan di sekitar camp. Perlengkapan standar yang harus dibawa adalah senter, bino, plus payung. Takut kalau hujan turun tiba-tiba.Berjalan di malam hari tentu tak mudah. Ada saja pengalaman mereka. Kalau tak tersandung batu, paling apes ya kejeblos lobang. Untung nggak ada yang nginjek tai sapi. Kalau terinjak juga, wah.... baunya itu. |
| Leave a Comment: |